PERMOHONAN BANTUAN HIBAH KECIL

ORIGINAL PROPOSAL CONTOH A
Small Grants Formulir
Proyek USAID – Pemerintah Indonesia
PERMOHONAN BANTUAN HIBAH KECIL
1. Nama Organisasi : Fakultas Pertanian Universitas Merah Putih
2. Penghubung Utama :
3. Penghubung Lain: —
4. Alamat: (a) Rumah :
(b) Kantor :
5. Tanggal permohonan diajukan : 17 Desember 2002
6. Tanggal Kegiatan dimulai : 1 Pebruari 2003
7. Tanggal Kegiatan Berakhir : 30 April 2003
8. Perkiraan Biaya sebesar Rp. 43.535.000.- (Empat Puluh Tiga Juta Lima Ratus Tiga
Puluh Lima Ribu Rupiah).
9. Besar Bantuan Yang Diminta dari Proyek USAID sebesar Rp. 35.085.000.- (Tiga
Puluh Lima Juta Delapan Puluh Lima Ribu Rupiah).
10. Kontribusi, peran serta dari Organisasi Penanggungjawab atas kegiatan yang
diusulkan :
Berupa kontribusi finansiil/dana dan berupa in.kind (tenaga/peran serta) :
Rp. 8.450.000.- (De1apan Juta Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).
11. Donor Lain dalam Kegiatan Yang Di usulkan : Tidak ada
11.a. Nama Organisasi, Uraian dan Alamat : Tidak ada
11.b. Pembiayaan Donor Lain, Uraian dan Perkiraan Jumlahnya : Tidak ada
12. Judul dan Tujuan dari Kegiatan Yang Diusulkan :
Judul: Kontribusi Wanita dalam Aktivitas Ekonomi dan Aktivitas Rumah
Tangga (Kasus Tenaga Kerja Wanita pada Industri Kerajinan Mendong
di Jawa Barat)
Tujuan :
Tujuan kegiatan penelitian ini diantaranya adalah diperolehnya gambaran
tentang keterlibatan wanita pekerja dalam Industri Kerajinan Mendong di
Jawa Barat menyangkut karakteristik, tingkat motivasi, alasan keterlibatan,
pola alokasi waktu dan kontribusi pendapatan oleh wanita pekerja terhadap
pendapatan rumah tangganya pada Industri Kerajinan Mendong di Jawa
Barat.
Diharapkan, informasi yang diperoleh dapat dikaji lebih jauh khususnya
dalam memahami proses pembangunan di pedesaan dan proses transformasi
masyarakat yang sedang terjadi saat ini dimana status dan peran wanita
mengalami perkembangan yang cukup berarti.
Selanjutnya diharapkan pula hasil kajian ini dapat digunakan sebagai bahan
bagi pengambil kebijakan dalam menentukan arah dan kebijakan
pembangunan ekonomi di pedesaan.
13. Laporan/Output : Output yang dihasilkan adalah berupa laporan hasil kajian
yang memuat permasalahan topik diatas dan sekaligus saran-saran yang
kemudian hasil kajian akan dipresentasikan dalam sebuah Seminar yang akan
mempertemukan berbagai pihak yang terkait dengan pengembangan industri
kecil dan para pengambil kebijakan pembangunan di daerah.
14. Lokasi Kegiatan Yang Diusulkan : Sebuah Kecamatan di Jawa Barat.
15. Jumlah Orang Yang Mungkin Menarik Manfaat dari Kegiatan Yang
Diusulkan dan SiapayangMendapatkan Manfaat (Wanita, Mahasiswa, Usaha
Kecil, dsb) :
!”50 orang Wanita pekerja yang terikat pada Industri Kerajinan Mendong di
Kec. X di Jawa Barat .
!”10 orang Pengusaha lndustri Kerajinan Mendong di Kec. X di Jawa Barat.
!”3 orang Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Merah Putih
!”5 orang Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fak.
!”Pertanian Universitas Merah Putih
!”Lainnya : Dinas/lnstansi terkait di wilayah Jawa Barat yang baru
terbentuk beberapa bulan belakangan ini, setelah berpisah dengan wilayah
Kabupaten di Jawa Barat. Saat ini sangat diperlukan kajian-kajian ilmiah
untuk bahan Rencana Strategis Pengembangan Wilayah Kota.
16. Daftar Organisasi/lnstansi/Lembaga sebagai Mitra dan untuk koordinasi :
!”Dinas Industri dan Perdagangan
!”Badan Pusat Statistik
!”Dinas Koperasi dan Pengembangan Industri Kecil
!”Dinas Industri dan Perdagangan
!”Kecamatan X Wilayah Pemkot Jawa Barat
!”Perhimpunan Pengrajin Mendong
!”Pengusaha Industri Kerajinan Mendong
!”Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Merah Putih
KONTRIBUSI WANITA
DALAM AKTIVITAS EKONOMI DAN AKTIVITAS RUMAH TANGGA
(Kasus Tenaga Kerja Wanita Pada Industri Kerajinan Mendong
di Kecamatan X di Jawa Barat )
1. Latar Belakang
Sejalan dengan meningkatnya peranan sektor perdagangan, industri dan jasa
dalam sistem perekonomian Indonesia, maka kesempatan dan sempan tenaga kerja di
sektor pertanian lambat laun menunjukkan kecenderungan penurunan. Khususnya
peralihan dari sektor pertanian ke non-pertanian yang terjadi dengan cepat pada
periode 1970-an dan kemudian melambat pada tahun 1980-an. Kontribusi sektor
pertanian terhadap PDRB (Product Domestic Regional Brutto) menunjukkan
penurunan dari tahun ke tahun.
Kecenderungan tersebut menjadi salah satu indikator melemahnya sektor pertanian
dalam menyerap tenaga kerja dan memberikan pendapatan bagi sebagian besar
penduduk, sehingga pada akhirnya peranan pekerjaan di sektor non-pertanian menjadi
sangat penting (Ken Suratiyah dkk, 1996).
Proses pembangunan pertanian khususnya di pedesaan telah pula
menyebabkan berkurangnya kesempatan kerja di pedesaan dan merangsang timbulnya
usaha-usaha non-pertanian di pedesaan diantaranya sektor perdagangan, industri
kecil/rumah tangga termasuk industri kerajinan yang merupakan komoditas specific
lokalita di beberapa daerah.
Pengembangan industri kecil, khususnya industri kerajinan sesungguhnya
dirasakan sebagai salah satu strategi yang cukup ampuh untuk mengatasi berbagai
gejolak yang timbul di dalam sektor pertanian sendiri yang meliputi antisipasi
terjadinya kegagalan panen, perubahan struktural di sektor pertanian serta untuk
mengurangi dampak terjadinya kemiskinan di pedesaan.
Sebagai akibat dari berkurangnya lapangan pekerjaan dalam usahatani di
pedesaan, juga berpengaruh terhadap kaum wanita sebagai salah satu komponen
rumah tangga pedesaan. Pada akhirnya kaum wanita mencari pekerjaan ke luar sektor
pertanian baik di wilayah pedesaan maupun diwilayah perkotaan.
Selama ini bahwa konsentrasi ahli ekonomi pembangunan lebih menitik
beratkan penelaahan pada para pekerja wanita yang ber-migrasi ke kota. Namun
demikian pada kenyataannya masih banyak tenaga kerja wanita yang tetap berdomisili
di pedesaan dan terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi.
Keterlibatan wanita dalam aktivitas ekonomi dan sekaligus aktivitas rumah
tangga hubungannya dengan perubahan struktur ekonomi khususnya di pedesaan
merupakan salah satu hal menarik yang belum banyak diungkap, khususnya wanita
yang terikat dalam industri kerajinan Mendong di Jawa Barat. Di daerah ini bekerja
di sektor kerajinan merupakan salah satu jenis usaha yang sebagian besar dilakukan
kaum wanita. Pengkajian dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana
keterlibatan wanita dalam industri kerajinan Mendong terutama yang menyangkut
alasan keterlibatan dalam usaha, ataukah juga merupakan salah satu bentuk respons
terhadap perubahan struktural yang terjadi di pedesaan.
2. Identifikasi Masalah
Masalah yang dapat diidentifikasikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Bagaimana karakteristik wanita pekerja dalam Industri Kerajinan Mendong di
Jawa Barat.
b. Sejauhmana tingkat motivasi dan alasan keterlibatan wanita dalam Industri
Kerajinan Mendong di Jawa Barat.
c. Bagaimana pola alokasi waktu oleh wanita pekerja pada aktivitas ekonomi dan
aktivitas rumah tangga pada Industri Kerajinan Mendong di Jawa Barat.
d. Berapa banyak kontribusi pendapatan wanita pekerja terhadap pendapatan
rumah tangganya pada Industri Kerajinan Mendong di Jawa Barat.
3. Pemecahan Masalah
Guna mengetahui kondisi faktual tentang hal-hal tersebut diatas, maka tahap
pertama diperlukan penelitian yang akan dilakukan terhadap wanita pekerja pada
Industri Kerajinan Mendong di Kecamatan X di Jawa Barat. Dari penelitian yang
dilakukan diharapkan diperoleh informasi penting dan berharga yang dapat digunakan
untuk kajian lebih lanjut khususnya yang menyangkut proses perubahan struktur
ekonomi di pedesaan dan lebih jauh multiplier effect terhadap sektor lain.
Tahap berikutnya setelah diperoleh informasi akurat tentang keterlibatan
wanita dalam industri kerajinan Mendong dan segala permasalahannya, maka akan
dilanjutkan dengan sosialisasi hasil penelitian kepada semua pihak terkait melalui
kegiatan Seminar.
4. Dampak Yang Diharapkan
Dampak yang diharapkan dari hasil penelitian ini diantaranya adalah
terbentuknya pemahaman dan diperolehnya gambaran tentang keterlibatan wanita
pekerja dalam Industri Kerajinan Mendong di Kota Y rnenyangkut karakteristik,
tingkat motivasi, alasan keterlibatan, pola alokasi waktu dan kontribusi pendapatan
oleh wanita pekerja terhadap pendapatan rumah tangganya pada Industri Kerajinan
Mendong di Jawa Barat, sehingga dapat dikaji lebih jauh khususnya dalam memahami
proses pembangunan di pedesaan dan proses transformasi masyarakat yang sedang
terjadi saat ini dimana status dan peran wanita rnengalami perkembangan yang cukup
berarti. Lebih lanjut diharapkan hasil kajian ini dapat digunakan sebagai bahan bagi
pengambil kebijakan dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan ekonomi di
pedesaan.
5. Jadwal Kegiatan
Rencana kegiatan penelitian ini dijadwalkan selama 3 (tiga) bulan, dimulai pada
bulan Pebruari 2003 sampai dengan bulan April 2003, dengan jadwal selengkapnya
sebagai berikut :
Tabel1. Rencana Jadwal Kegiatan Penelitian
Jadwal pelaksanaan
Februari Maret Mei Ket
No. Uraian Kegiatan Minggu Minggu Minggu
ke- ke- ke
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan (perijinan dll)
2 Pengumpulan data sekunder
3 Survey Penetapan responden
4 Pengambilan data primer
5 Pengolahan data:
a. Tabulasi data
b. Analisis data
6 Pembahasan awal
7 Penyusunan dan Pembuatan
Laporan
8 Seminar hasil penelitian *
6. Metodologi Penelitian
6.1. Metode dan Lokasi Penelitian
Metode penelitian yang akan dilaksanakan adalah metode Survei. Penelitian
direncanakan akan dilaksanakan di Kecamatan X Wi1ayah Pemkot Jawa Barat.
Lokasi penelitian ini dipilih secara purposive berdasarkan pertimbangan bahwa
Kecamatan ini adalah sentra industri kerajinan mendong di Wilayah Pemkot Jawa
Barat.
6.2. Populasi dan Sampel .
Populasi penelitian adalah wanita pekerja yang terikat pada Industri Kerajinan
Mendong di Kecamatan X Wilayah Pemkot Jawa Barat. Sampel ditarik secara simple
random sampling.
6.3. Macam dan Sumber data
Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data
primer adalah data yang dikumpulkan dari responden wanita pekerja dan pengusaha
pada Industri Kerajinan Mendong di Kecamatan X di Wilayah Jawa Barat. Pendataan
dilakukan dengan bantuan Kuisioner yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan
jenis pertanyaan disesuaikan dengan data yang diperlukan. Selain wawancara juga
dilaksanakan observasi langsung di lapangan untuk memahami permasalahan secara
mendalam.
Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari beragam sumber
data meliputi hasil kajian, Dinas/Instansi/Lembaga lain yang relevan dengan materi
penelitian ini.
6.4. Analisis Data
Teknik analisis data yang akan dilakukan terdiri dari kombinasi berdasarkan
keragaman data yang diperoleh baik dari data primer maupun data sekunder yang
akan digunakan untuk menjawab identifikasi masalah yang telah disusun sebelumnya.
Analisis deskriptif akan digunakan untuk menjelaskan tentang bagaimana
karakteristik, tingkat motivasi, alasan keterlibatan, dan pola alokasi waktu yang
dicurahkan oleh wanita pekerja pada aktivitas ekonomi dan aktivitas rumah tangga
pada Industri Kerajinan Mendong di Jawa Barat .
Sedangkan kontribusi pendapatan wanita pekerja terhadap pendapatan rumah
tangganya pada lndustri Kerajinan Mendong di Jawa Barat akan dianalisis tersendiri.
7. Perincian Kebutuhan Dana
Tahapan kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian yaitu : tahap pertama. adalah
melaksanakan kajian/penelitian dengan topik : KONTRIBUSI WANITA DALAM
AKTIVITAS EKONOMI DAN AKTIVITAS RUMAH TANGGA (Kasus Tenaga
Kerja Wanita Pada lndustri Kerajinan Mendong di Kecamatan X di Wilayah). Tahap
kedua, melaksanakan Seminar dan merupakan sosialisasi kepada pihak terkait.
Kebutuhan dana seluruhnya berjumlah Rp. 43.535.000.- (Terbilang : Empat Puluh
Tiga Juta Lima Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah), dengan perincian sebagai
berikut :
Tabel. Perincian Kebutuhan Dana Penelitian dan Seminar
No. Komponen Biaya Jumlah Biaya (Rp)/Sumber dana Total biaya
Proyek USAID UNMP (Rp)
I. PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Jasa Layanan Ahli/Peneliti
2 orang x 3 bulanx Rp 1.000.000,- 6,000,000.00 — 6,000,000.00
B. Pekerjaan Persiapan
1. Pekerjaan Alat-alat Tulis 500,000.00 500,000.00
1 unit x Rp 500.000,-
2. Sewa Komputer: — 2,550,000.00 2,550,000.00
3 bulan x Rp 850.000,-/bln
3. Pembuatan dan tes questioner — 1,500,000.00 1,500,000.00
C. KEGIATAN LAPANGAN DAN
ANALISIS DATA
1. Pengumpulan data sekunder 1,050,000.00 — 1,050,000.00
2 orang x 7 hari x Rp 75.000,-
2. Survey Pendahuluan ut. Penetapan resp. 1,500,000.00 — 1,500,000.00
4 orang x 5 hari x Rp. 75.000,-
3. Pengumpulan data primer 7,875,000.00 — 7,875,000.00
5 orang x 21 hari x Rp. 75.000,-
4. Tabulasi data 1,400,000.00 — 1,400,000.00
2 orang x 7 hari x Rp 100.000,-
5. Analisis data 3,000,000.00 — 3,000,000.00
2 orang x 15 hari x Rp. 100.000,-
6. Pembahasan materi laporan 500,000.00 — 500,000.00
D. PEMBUATAN LAPORAN
1. Studi Pustaka 500,000.00 — 500,000.00
2. Penyusunan laporan akhir 1,500,000.00 1,000,000.00 2,500,000.00
3. Pengetikan laporan akhir 500,000.00 250,000.00 750,000.00
4. Perbanyakan laporan 5 exp. 300,000.00 200,000.00 500,000.00
Sub Total I 24,125,000.00 6,000,000.00 30,125,000.00
II. SEMINAR HASIL PENELITIAN
1. Persiapan administrasi: Alat tulis, 250,000.00 500,000.00 750,000.00
pencetakan undangan dan sertifikat
2. Pembuatan spanduk: 2 bh x Rp. 100.000,- 200,000.00 — 200,000.00
3. Ekspos untuk media cetak:
Transport + tayang : 2 media x 100.000,- — 200,000.00 200,000.00
4. Sewa gedung lengkap 1,000,000.00 1,250,000.00 2,250,000.00
5. Dokumentasi: 2 rol (cuci cetak) 100,000.00 — 100,000.00
6. Seminar kit:
a. Foto copy materi 60 x 45 kb x Rp 100,- 270,000.00 — 270,000.00
b. Map dari anyaman: 60 bh x Rp 10.000,- 600,000.00 — 600,000.00
c. Jilid (soft cover): 60 x Rp 1.500,- 90,000.00 — 90,000.00
7. Sewa komputer ut. Administrasi seminar
dan perlengkapan lainnya (in-focus, OHP) — 500,000.00 500,000.00
8. Honor Nara sumber + pemakalah
(Peneliti, Lemlit, Proyek USAID)
2 orang dari Jakarta x Rp. 1.000.000,- 2,000,000.00 — 2,000,000.00
1 orang dr Jbr x Rp.500.000,- 500,000.00 — 500,000.00
9. Moderator: 2 orang x Rp. 250.000,- 500,000.00 — 500,000.00
10. Akomodasi Penyaji dari luar
Jbr:
a. 2 orang dari Jakarta (Proyek USAID dan Lemlit) 1,000,000.00 — 1,000,000.00
b. Transport (Penyaji Lokal):
1 x Rp. 250.000,- 250,000.00 — 250,000.00
c. Wakil dari Pimpinan UNMP 1 orang 200,000.00 — 200,000.00
11. Konsumsi :
a. Snack dll (Coffee break) :
60 x 2 kali x Rp. 7.500,- 900,000.00 — 900,000.00
b. Makan siang: 60 orang x Rp. 15.000,- 900,000.00 — 900,000.00
12. Transport peserta:
60 orang x Rp. 20.000,- 1,200,000.00 — 1,200,000.00
13. Insentif Penyelenggara Seminar:
a. Ketua 250,000.00 — 250,000.00
b. Sekretaris 150,000.00 — 150,000.00
c. Bendahara 150,000.00 — 150,000.00
d. Seksi : 6 orang x Rp. 75.000,- 450,000.00 — 450,000.00
Sub total II 10,960,000.00 2,450,000.00 13,410,000.00
Jumlah Total ( I + II ) 35,085,000.00 8,450,000.00 43,535,000.00
CURRICULUM VITAE PENGUSUL KEGIATAN
1. Nama : Q., Ir., Msc.
2. Tempat & Tgl lahir : Kota Y, 10 April 1963
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Pendidikan :
Sarjana (S1) dari Fakultas Pertanian Universitas Merah Putih
Pasca Sarjana (S2) Universitas Merah Putih
Spesialisasi : Agricultural Development
5. Agama : Islam
6. Status : Menikah / 2 (dua) anak
7. Alamat Rumah : Jl. X
Kabupaten Z
8. Alamat Kantor : Fakultas Pertanian Universitas Merah Putih
Kabupaten Z
9. Riwayat Pekerjaan :
1988 – sekarang : Staf Pengajar di Fakultas Pertanian Univ. MP
1989 – 1991 : Ka. Lab. Produksi Fak. Pertanian UMP
1991 – 1993 : Sekretaris Jurusan Agronomi Fak. Pertanian UMP
1997 – 1998 : Ka. Protokoler Univ. Merah Putih
1998 : Ka. Humas Universitas Merah Putih
1999 – 2001 : Pembantu Dekan I Fak. Pertanian Univ. MP
2001 – 2004 : Pembantu Dekan I Fak. Pertanian Univ. MP
Telah melaksananakan berbagai penelitian/kajian di bidang pertanian dalam kurun
waktu 5 tahun terakhir, diantaranya sebagai berikut:
Jawa Barat, 17 Desember 2002
No Uraian Kegiatan Tahun Lokasi Kedudukan
1. Marketing Efficiency of Salak Fruit
in Kabupaten Z
1998 Kabupaten
Z
Ketua
Peneliti
2. Potensi dan Prospek Pengembangan
Tanaman Mendong di Kab. Z
1999 Sda Ketua
Peneliti
3. Survey Identifikasi Calon Areal
Transmigrasi di beberapa Wilayah Kab. Z
(Kec. R, Kec. S)
2000
dan
2001
Sda Ketua
Pelaksana
Lapangan
4. Pengembangan Kelembagaan Kelompok
dalam Model Wanatani di DAS P
2001 Sda Anggota
Kajian
5. Profil dan Strategi Pengembangan
Kelompok Wanatani Pondok Pesantren di
Wilayah Kab. Z
2001 Sda Ketua
Peneliti
6. Pelatihan Peningkatan Kemampuan
Usaha Kecil dan Menengah Industri
Kerajinan Pandan Rajapolah Jawa Barat
2001 Sda Pelaksana
7. Strategi Pengembangan Tanaman
Mendong di Kabupaten Z (SWOT
Analyze)
2002 Sda Ketua
Peneliti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: